sebuah
sms masuk membangunkanku dari tidur. terlihat dua sosok laki-laki tengah
bertengkar di ujung gerbong ini. apakah mereka bertengkar karena uang?
wanita? atau mereka adalah sepasang kekasih yg saling cemburu? entahlah!
saat aku terbangun dan memandangi ujung lorong gerbong ini, aku seperti melihat siluet-siluet masa lalu sekaligus masa depan. semua bercampur padu membentuk ruang imajinasi yang begitu indah.
lampu kereta yang masih berpijar kuat, menambah efek dramatis dari warna imaji ini.
dari lorong kereta ini, aku melihat di ujung gerbong sana adalah seperti masa depanku. cahaya d depan sana sangat terang benderang namun tak dpt diraba. menyilaukan mata. entah ini pertanda apa. karena terang yang amat sangat menyilaukan dapat membutakan mata.
tiba-tiba seseorang berjalan ke arahku. oh, ternyata dia mau ke toilet. untuk sementara gambaran masa depan itu hilang. dan seketika berganti menjadi pameran peragaan busana...
.....
dan seketika imajinasi ini berubah. gang di gerbong ini berubah menjadi catwalk. dan orang-orang yg hilir mudik berperan sbg modelnya.
setiap model memiliki ciri khas sendiri-sendiri. ada yang tebar pesona dgn senyuman mereka (nah senyum ini ada yg senyum iklas dan senyum paksaan, untuk sementara aku susah membedakannya), ada yang cuek, ada yang menunduk malu-malu, ada yang bergaya dangdut (senggol kanan-senggol kiri) dan lain sebagainya.
tapi ada model yg amat mainstream banget. yakni model yg memamerkan gadget. hampir tiap lewat, para model ini memamerkan gadget kepunyaan mereka. mungkin ini sudah lazim bagi byk orang. tapi tdk bagiku, bahkan sampai dibawa ke toilet. sampai begitukah para model ini memamerkan gadget mereka. mungkin tulisan ini mengandung unsur iri hahahaha... yasudahlah mungkin aku yg terlalu kuno
hampir jam 2 pagi, terlihat dua lelaki tadi masih ada di ujung lorong. ujung lorong yg mjd gmbaran masa dpnku tadi.
.....
sepertinya dua lelaki itu sudah tidak bertengkar. mereka malah berangkulan. hmmm, baguslah.
hampir jam dua, gambaran masa depan mulai memudar. bayangan masa lalu makin kelam. dan peragaan busana sekaligus aksesorisnya sudah berakhir. kalaupun ada, hal itu sudah tak menarik perhatianku lagi. mata ini sudah tidak kuat menahan kantuk. pikiran ini sudah kembali normal. dan jari ini sudah protes tidak kuat lagi untuk menyiksa si hape. sedang si hape dari tadi meronta-ronta kesakitan karena ulah si jemari.
saat aku terbangun dan memandangi ujung lorong gerbong ini, aku seperti melihat siluet-siluet masa lalu sekaligus masa depan. semua bercampur padu membentuk ruang imajinasi yang begitu indah.
lampu kereta yang masih berpijar kuat, menambah efek dramatis dari warna imaji ini.
dari lorong kereta ini, aku melihat di ujung gerbong sana adalah seperti masa depanku. cahaya d depan sana sangat terang benderang namun tak dpt diraba. menyilaukan mata. entah ini pertanda apa. karena terang yang amat sangat menyilaukan dapat membutakan mata.
tiba-tiba seseorang berjalan ke arahku. oh, ternyata dia mau ke toilet. untuk sementara gambaran masa depan itu hilang. dan seketika berganti menjadi pameran peragaan busana...
.....
dan seketika imajinasi ini berubah. gang di gerbong ini berubah menjadi catwalk. dan orang-orang yg hilir mudik berperan sbg modelnya.
setiap model memiliki ciri khas sendiri-sendiri. ada yang tebar pesona dgn senyuman mereka (nah senyum ini ada yg senyum iklas dan senyum paksaan, untuk sementara aku susah membedakannya), ada yang cuek, ada yang menunduk malu-malu, ada yang bergaya dangdut (senggol kanan-senggol kiri) dan lain sebagainya.
tapi ada model yg amat mainstream banget. yakni model yg memamerkan gadget. hampir tiap lewat, para model ini memamerkan gadget kepunyaan mereka. mungkin ini sudah lazim bagi byk orang. tapi tdk bagiku, bahkan sampai dibawa ke toilet. sampai begitukah para model ini memamerkan gadget mereka. mungkin tulisan ini mengandung unsur iri hahahaha... yasudahlah mungkin aku yg terlalu kuno
hampir jam 2 pagi, terlihat dua lelaki tadi masih ada di ujung lorong. ujung lorong yg mjd gmbaran masa dpnku tadi.
.....
sepertinya dua lelaki itu sudah tidak bertengkar. mereka malah berangkulan. hmmm, baguslah.
hampir jam dua, gambaran masa depan mulai memudar. bayangan masa lalu makin kelam. dan peragaan busana sekaligus aksesorisnya sudah berakhir. kalaupun ada, hal itu sudah tak menarik perhatianku lagi. mata ini sudah tidak kuat menahan kantuk. pikiran ini sudah kembali normal. dan jari ini sudah protes tidak kuat lagi untuk menyiksa si hape. sedang si hape dari tadi meronta-ronta kesakitan karena ulah si jemari.